UM_jl veteran

Oleh : Anugrah Tesia Pramuktia Juni)*

Perkembangaan globalisasi mendorong orang untuk berbuat praktis, segala sesuatu di kerjakan juga dengan praktis tanpa harus mengeluarkan tenaga yang besar. Sampai-sampai hampir semua makanan yang bisa di buat praktis semua orang akan melakukannya, hingga megerjakan sesuatu pun semua itu tercermin. Mengakibatkan sebuat masalah baru yang terlihat sangat sepele di pandang mata tapi memiliki dampak kerugian yang sangat besar bagi kehidupan, kesehatan, nilai estetika dan masih banyak lagi. Itu adalah sampah.

Definisi sampah padat menurut badan kesehatan dunia PBB (WHO), sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak di pakai, tidak di senangi, atau sesuatu yang di buang yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Hal ini sangat erat kaitannya kaitannya dengan makin bertambahnya jumlah penduduk di salah satu pihsk, dan pihak lain dengan ketersedianya ruang hidup manusia yang relative tetap.

Sampah terlihat seperti barang sepele yang tidak berguna tapi dampaknya luar biasa mempengaruhi kebutuhan makhluk hidup secara luas, makin bertambahnya penduduk jumlah sampah dan hasil buangnnya juga akan semakin banyak. Dapat di bayangkan jika setiap orang menghasilkan sampah kering maupun basah 10 kg stiap harinya di kalikan dengan 100 orang yang tinggal di lingkungan tersebut dikalikan 30 hari atau kisarang satu bulan, saja nantinya akan menghasilkan sampah mencapai 30.000 kg gram dan dikalikan dalam jangka waktu 1 tahun. Berapa sampah yang akan di hasilkan nantinya. ? itu haya 100 orang bagaimana jika sekota malang bayangkan berapa banyak sampah yang akn dihasilkan selama 1 harinya dan perbulannya.

Secara umum sampah digolongkan manjadi 2 kategori yaitu:

  1. Berdasarkan zat kimia yang terkandung di  dalamnya.
  • sampah organik : sisa makanan, sayur, sayur, dan buah, plastik.

Mengapa plastik dikatakan sampah organik karena limbah satau sampah plastik (kresek) nantinya dapat terurai melainkan memiliki jangka waktu yang lama untuk dapat terurai dengan sempurna, karena plastik memiliki rantai karbon C yang sangat panjang.

  • dan sampah non organik : logam, pecah belah, abu dan lain-lain.
  1. Berdasarkan dapat atau tidaknya terbakar.
  • Mudah terbakar : kertas plastik, daun kering, kayu.
  • Tidak mudah terbakar: kaleng, besi, gelas, dll.
  1. Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk.
  • Mudah membusuk : sisa makanan, potongan daging, dsb.
  • Sulit membusuk: plastic, karet, kaleng dan sebagainya.

Institusi dalam hal ini adalah kampus berperan dalam membentuk karakteristik suatu bangsa pembentuk sosok suatu penerus bangsa. Universitas Negeri Malang atau yang lebih akrabnya di sebut UM, ex. IKIP Malang merupakan kampus pembelajaran katanya,dapat dilihat dalam hal pengolahan sampah secara umum baik, tapi semuanya tidak dilakukan secara teratur dan cepat. Masih banyak sampah yang terlihat berserakan atau yang tidak terurus, disini kita bisa melihat apakah karena ini sebuah institusi yang notabene sebagai pengolah otak dan  bukan pengolahah sampah secara umum, masalah sampah jadi di kesampingkan. Dari hasil survei kecil kecilan yang saya dapati, sampah terlihat berserakan padahal itu ada tempat sampah, tetapi mengapa sampah berserakan banyak di sekitar tempat sampah tersebut. Dan itu tidak hanya satu tempat sampah melainkan banyak. Seperti yang saya dapati di fakultas teknik pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 08.35 saat survei dilakukan sampah terlihat berserakan walaupun ada di sebagian kecil, tempat yang sudah mulai disapu dan dibersihkan tapi sebagian besar tidak ada, dan petugas kebersihan yang saat itu ingin saya mintai penjelasanya pun tak nampak. Banyak mahasiswa yang terlihat dengan santainya mengobrol atau seikit menyapa membuang bungkus permen dan makanan ringan, ada juga yang membuang sampah air mineral yang baru saja diminumnya dengan santai. Disini apakah petugas kebersihan kurang cekatan dalam bekerja, fasilitas yang tidak memadai ataukan kesadaran mahasiswa sendiri yang kurang. Walaupun seperti itu ada tempat yang tergolong bersih hingga bungkus permen pun tidak ada. Dan penataan ruang juga sangan baik (menurut penulis) itu terdapat pada program pasca sarjana Universitas Negeri malang. disini saya bisa mengambil sedikit kesimpulan apakah karena perbedaan dalam hal strata belajar semua itu di kesampingkan ataukan, memang ada pembeda antar setiap fakultas dalam hal ini adalah kesadaran, fasilitas dan petugas kebersihannya. Jika boleh di bandingkan. Hal itu tidak seperti lokasi survei yanh kami lakukan pada fakultas teknik. Walupun ada tempat sampah tapi banyak sampah yang berserakan di sekitar tempat sampah itu. Baik univesitas ataupun fakultas sebenarnya bisa mengambil sedikit inisiatif dalam hal pengolahanya. Sebagai contoh kecil yang berakibat besar adalah tumpukan sampah yang terdapat pada tempat sampah sementara fakultas mipa bau busuk pasti akan menusuk hidung anda apabila melewatinya. Tempat sampah yang sedemikian besar tersebut terbuka dan sampahnya berserakan di jalannya menuju tempat sampah itu bukan pada tempat sampahnya. Bingung  sempat melintas pada benak, apa yang harus dilakukan agar semua ini sedikit terkurangi, papabila semua fakultas memiliki wajah yang seperti ini bagaiman dengan wajah universitas negeri malang (UM) nantinya?.

diluar daripada itu kita harus melihatnya semua secara pribadi apapun, kerusakan akan terus terjadi segala pencemaran akan terus berjalah kita sebagi manusia hanya bisa mencegah dan mengurangi pemakaian apapun yang dapat menimbulkan sampah. Dan pengilahan sampah yang sedikit lebih tepat akan membawa wajah universitas Negeri Malang (UM) kembali berseri.

Sumber :

Chandra, Budiman. 2002. Pengantar kesehatan Lingkungan. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC

)*Anugrah Tesia Pramuktia Juni

Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang Angkatan 2007