JAKARTA, KOMPAS.com – Menyambut positif aksi kampanye “The Year of Tiger 2010” yang digalakkan WWF Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup langsung berencana melakukan pembangunan dan penataan ruang Pulau Sumatra berbasis ekosistem untuk menyelamatkan habitat harimau Sumatra. Menurut Deputi Bidang Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Hermin Roosita, sebenarnya pemerintah sudah berkomitmen sejak lama untuk melakukan pembangunan dan penataan ruang Pulau Sumatra berbasis ekosistem.

“Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup menjadi pendorong dan pengawal tindak lanjut kesepakatan bersama 10 gubernur Sumatra untuk melakukan penataan ruang Pulau Sumatra berbasis ekosistem,” papar Hermin saat ditemui dalam konferensi pers peluncuran kampanye “The Year of Tiger 2010 di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2010). Penataan ruang berbasis ekosistem tersebut, ungkap Hermin, akan menyelamatkan ekosistem Sumatra dan satwa langka di Pulau Sumatra, termasuk harimau. Di samping itu, akan menghindarkan masyarakat sekitar dari konflik sosial, konflik satwa-manusia, terganggunya aktivitas ekonomi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Penataan ruang berbasis ekosistem saat ini sudah mulai dijalankan di Sumatra. Dalam konsep tata ruang berbasis ekosistem, rencananya Pulau Sumatra akan dibagi menjadi 3 arena atau kawasan, yakni arena ekosistem penting sebagai kawasan pelestarian hutan dan hayati, arena jaringan ekosistem sebagai kawasan penghubung atau akses masuk masyarakat ke dalam arena ekosistem, dan arena pembangunan ekosistem sebagai kawasan pendukung arena ekosistem dan jaringan ekosistem.