Kerusakan hutan sudah sering di gembar gemborkan akhir-akhir ini, pemerintah juga telah mencanangkan tanam 10.ooo pohon pertahun tetapi isu dan realita yang ada di lapanga berbicara lain. ini bukan pekerjaan mudah dan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh lapisan masyarakat. anda tau kan indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia dan memiliki kekayaan hayati yang tidak kalah dengan hutan amazon brazil. patut kita syukuri hal tersebut namun masyarakat konsumtif di indonesia tidak demikian sehingga keuangan menjadi no1. jika hutan kita telah musnah apa yang bisa kita banggakan… ada sedikit info yang saya dapatkan dari salah satu media elektronik online berikut:

Palangkarya WWF indonesia,

WWF Indonesia memprediksikan bahwa hutan Kalimantan Tengah (Kalteng) akan musnah antara tahun 2012-2016 berdasarkan data tutupan hutan kalimantan dari tahun 1900 hingga sekarang dengan menggunakan proyeksi konservatif dan proyeksi pesimistis.

“Proyeksi konservatif atau pengelolaan hutan secara lestari kerusakan hutan dapat ditekan sebesar 781.529 Ha per tahun, apabila terjadinya kesalahan dalam pengelolaan hutan atau proyeksi pesimistis maka hutan akan hilang sebesar 1.240.000 Ha per tahun, jika tutupan hutan Kalteng seluas 8.635.944,854 Ha. maka hutan Kalteng akan hilang antara tahun 2012 – 2016.” Kata Koordinator Wilayah WWF-Indonesia Kalteng Rosenda Ch. Kasih, Rabu.

Dia menambahkan, data tutupan lahan yang dikumpulkan dari tahun 1900 tersebut diproyeksikan per 25 tahun, bahkan akhir-akhir ini menjadi per 10 tahun melihat laju kerusakan hutan yang semakin cepat.

Pengelolaan hutan yang salah dapat dilihat dari banyaknya pembukaan lahan tanpa memperhatikan aspek lingkungan, sosial, Budaya dan aspek ekonomi.

Selain pengelolaan hutan yang salah dari sisi kebijakan, hilangnya hutan juga disebabkan oleh kebakaran hutan, pembalakan liar, pertambangan dan pembukaan perkebunan sawit secara besar-besaran.

Carut marutnya pengelolaan hutan juga dikarenakan proses otonomi daerah, adanya otonomi ada beberapa kabupaten-kabupaten mengeksploitasi hutan untuk memenuhi pendapatan asli daerah (PAD).

Untuk menggenjot pendapatan daerah banyak izin-izin perkebunan dan pertambangan berada pada kawasan hutan, hal ini menjadi salah satu penyebab hilangnya hutan. ungkapnya.

Apabila hutan sudah hancur maka akan banyak yang drugikan khususnya masyarakat yang tergantung pada hasil hutan untuk mata pencaharian, selain itu hutan juga memiliki fungsi penting untuk menahan pelepasan karbon.

Perlu banyak upaya keras dalam melindungi tutupan lahan atau hutan yang masih tersisa dengan regulasi-regulasi atau kebijakan pemerintah dalam mempertahankan hutan.

Selain kebijakan atau regulasi dalam pengelolaan hutan juga diperlukannya perbaikan (rehabilitasi) kembali wilayah hutan yang sudah rusak, penghijauan kembali untuk menyelamatkan emas hijau yanga ada di Kalteng. Demikian ungkapnya. (ant)

tvone.co.id