BOGOR – Pusat rehabilitasi satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia akan melepasliarkan 16 ekor Macaca Fascicularis atau monyet ekor panjang di Pulau Panaitan, Pandeglang, Banten, Rabu (28/7/2010).

“Ada 16 Monyet ekor panjang akan dilepasliarkan. Kami sudah mempersiapkan tim evakuasi satwa maupun tim survey yang sudah lebih dulu menetap disana,” kata Koordinator animal management IAR Aris Hidayat.

Enam belas Macaca tersebut didapatkan dari hasil proses translokasi oleh komunitas pecinta satwa, penyerahan masyarakat dan dari hasil penangkapan operasi yang meliputi wilayah Jakarta dan Bogor. Pelepasan Kukang ini merupakan yang ketiga kali dilakukan oleh tim IAR di pulau seluas 17.500 hektar itu sejak April 2008 dan Juli 2009. Pelepasan akan dilakukan dari kantor IAR di Curug Nangka, Ciapus, Bogor, Jawa Barat pada pukul 09:00. Lima tim evakuasi telah dipersiapan untuk membawa 16 satwa yang terdiri dari sembilan ekor berjenis kelamin jantan dan tujuh berkelamin betina. Mereka diberangkatkan menggunakan sepuluh kandang transportasi yang khusus dirancang untuk kepentingan melepas liar.

Saat ini, seluruh Macaca telah berada dikandang sosialisasi. Kandang tersebut merupakan tempat dimana Macaca bersosialisasi dengan kelompoknya. Selama kurang lebih setahun didalam kandang, mereka telah memperlihatkan indikasi positif diantaranya sikap saling membersihkan tubuh, dan becanda. “Ini bisa dikatakan kelompok mereka sudah solid sehingga kekuatan kelompoknya menjadi bekal utama untuk menjalani kehidupan diluar kandang di alam bebas,” kata Aris. Lebih lanjut dia menjelaskan, kesolidan Macaca di alam bebas akan membantu mereka agar tidak mudah dimangsa kelompok Macaca lain yang lebih mendominasi areal.

Itu sebabnya, tim IAR memisahkan mereka menjadi dua kelompok. Pengelompokan ini pada intinya bertujuan agar strata sosial yang terbentuk selama didalam kandang dapat meminimalisir konflik diantara Macaca muda dan tua. (srn)