Chip yang ditanam dapat memberikan informasi pada pembeli kayu seputar asal-usul kayu.

Saat ini Brasil tengah menghadapi masalah deboisasi yang parah. Ribuan mil persegi pohon ditebang setiap tahun. Tren ini membuat Brasil sebagai salah satu sumber gas rumah kaca terbesar dan membuatnya menjadi sorotan dunia.
Untuk mencegah deboisasi dan penebangan hutan ilegal, pemilik tanah di Brasil mulai memperhatikan dari mana kayu yang mereka beli berasal, dan apakah kayu itu berkontribusi atas rusaknya Amazon. Selain itu, pemilik tanah juga ingin melindungi pohon-pohon yang ada di lahan miliknya.


Untuk itu, Paulo Borges, seorang insinyur kehutanan telah mengembangkan sistem mikrochip, di mana chip bisa dipasang pada pohon. Setelah itu, data seputar pohon yang bersangkutan bisa diambil menggunakan perangkat genggam.

“Belakangan orang banyak membicarakan tentang kayu yang diambil dari hutan lindung, dan sistem ini bisa membuktikannya,” kata Borges seperti dikutip dari DailyTech, Senin 18 Oktober 2010 .

Borges tergabung dalam Acao Verde, atau Green Action, organisasi yang mengawasi pilot project kecil itu. Kelompok tersebut menargetkan, deforestasi bisa ditekan dengan menggunakan mikrochip dan pemberian sertifikat terhadap kayu gelondongan.

Mikrochip yang dikembangkan dapat memberikan informasi kepada pembeli kayu dari pohon mana mana kayu tersebut berasal, ukuran pohon saat ditebang, di mana kayu tersebut dipotong, siapa yang menjual, dan lain-lain. Green Action yakin, mikrochip tersebut akan mencegah penebangan pohon ilegal yang akan membuat sertifikat palsu terhadap kayu tersebut.

“Jika ada kongkalikong antara pemilik lahan dan pengrajin kayu, mikrochip itu akan dapat membantu melawan illegal logging,” kata Gary Dodge, Director of Science and Certification, Forest Stewardship Council, organisasi nirlaba yang mendukung pengelolaan yang bertanggungjawab atas hutan di seluruh dunia. (art)
• VIVAnews