Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus)

(foto disamping bukan foto yang sebenarnya dalam kejadian)

Klasifikasi

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Gruiformes

Famili : Rallidae

Genus : Amaurornis

Spesies :  A. phoenicurus

Nama binomial : Amaurornis phoenicurus. Pennant, 1769

Kareo Padi adalah spesies burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur. Wikipedia. 2010

Kareo Padi alias White breasted Waterhen (Amaurornis phoenicurus)

Kareo Padi adalah jenis burung air yang tinggal di lahan basah serta berair, untuk itu dimasukkan dalam water bird. Dapat ditemukan didaerah belukar serta rawa yang berair. Dari sebuah sumber dikatakan bahwa habitat hidupnya dalah mangrove, rawa serta, alang-alang.

Dari foto yang saya tampilkan diatas dapat dilihat ciri-ciri utamanya adalah tingginya sekitar 20 cm, dengan panjang 15 cm, untuk burung dewasa memiliki warna hitam dan putih yang mencolok dan pada saat muda warna dominannya yang menutupi tubuh adalah warna hitam atau abu-abu. Serta paruh yang yang berwarna kuning gading. Dengan kaki yang cukup kurus dan tinggi daripada proporsi tubuhnya dan diselimuti warna kuning.

Itu yang bisa saya deskripsika dari apa yang saya lihat sepintas ketika saya bertemau dengan burung ini langsung dalam keadaan yang tidak saya kira sebelumnya. Saya tidak tahu apa nama burung ini sampaiu saat saya temukan ketika browsing nama daerahnya dalah kareo padi dengan nama melayunya ruak-ruak. Burung Kareo padi terlihat di kawasan Kebun Biologi Universitas Negeri Malang tidak berpasangan, sepertinya sedang mencari makan di daerah belukar di areal kebun. Namun sayang pengelolaan kebun yang kurang baik menurut saya sehingga ada areal sampah yang tidak semestinya ada dalam areal dan ternyata berada dalam kawasan kebun. Disitulah saya melihat burung itu melintas tidak tampak terburu-buru untuk pergi karena ada manusia.

Saya merasa takjub ternyata kawasan kampus tempat saya menggali ilmu terdapat burung yang statusnya sendiri adalah dilindungi walaupun bukan dalam kategori terancam punah.

oleh Ria Tan.  2001 tulisan dibawah diterjemahkan dari http://www.naturia.per.sg/buloh/birds/Amaurornis_phoenicurus.htm

Makanan

Kareo Padi terutama memakan biji-bijian, serangga, dan ikan kecil. Kareo Padi juga memakan cacing dan siput kecil, dan menjadikan tunas dan akar rawa sebagai makanan kecil mereka.

Kareo Padi ini mencari makan di tanah, mematuk-matuk makanan kecilnya seperti ayam, oleh karena itu bahasa Melayu lainnya dari Kareo Padi adalah Ayam Ayam. Kakinya yang besar, secara terus menerus mengibaskan ekornya dan sifat alami ini membuat Kareo Padi menjadi salah satu burung yang menarik untuk diamati.

Selain mencari makan di tanah, Kareo Padi juga mencari makan di semak belukar yang rendah, dan pohon-pohon kecil, tetapi kaki mereka yang panjang membuat mereka tidak terlalu lincah jika berada di antara batang pohon. Namun tubuhnya yang ramping membuat mereka bergerak dengan cepat dan diam-diam di semak belukar.

Walaupun mereka lebih banyak berada di lingkungan berair dan terkadang berenang, Kareo Padi tidak terlalu pandai berenang. Kareo Padi terlihat sendiri ataupun berpasangan, hewan ini aktif sepanjang hari. Ketika merasa takut, ia akan terbang atau lari ke semak belukar yang padat dan berlari cepat sambil menundukkan kepalanya. Kareo Padi biasa bertengger di semak rendah dan pohon ketika malam hari.

Perkembangbiakan

Kareo Padi bertelur sepanjang tahun. Sarangnya berada di antara alang-alang, rumput tinggi atau semak belukar yang padat, baik di habitat basah maupun kering. Dibuat 1-2 m d atas tanah, sarangnya berbentuk cekungan yang dangkal yang alasnya terbuat dari ranting, batang tumbuhan yang menjalar, atau dedaunan. Atau terbuat dari jalinan akar rumput yang bagian atasnya dilapisi dengan rumput tipis atau jenis rumput-rumputan lain. Terkadang, sarang tersebut beratapkan tanaman di sekitarnya. Telur Kareo Padi berjumlah 4-9 butir. Berwarna putih kecoklat-coklatan pudar atau abu-abu dengan titik-titik coklat kemerah-merahan. Masa pengeraman oleh kedua induk adalah 20 hari. Anak Kareo Padi berwarna hitam dan halus, dan meninggalkan sarang segera setelah menetas. Kedua induk Kareo Padi menjaganya dan anak-anaknya kadang terlihat berlari-lari di sekitar induk mereka.