Hujan deras dan salju lebat yang turun selama bulan Juli lalu di tempat paling kering di planet Bumi akan segera menghadirkan warna-warni bunga dari tumbuhan liar yang jarang memiliki kelembaban yang cukup untuk mekar.

Sebagai informasi, untuk mendapatkan curah hujan rata-rata sebanyak 1 inci, Arica, sebuah kawasan di utara padang pasir Atacama, di Chile membutuhkan waktu hingga 50 tahun. Namun demikian, sampai bulan Juli, ia sudah mendapatkan hujan hingga 0,13 inci. Angka 6 kali lebih tinggi dibanding rata-rata curah hujan tahunan di kawasan itu.

Jika curah hujan dengan intensitas tersebut umumnya didapat hanya dengan hujan singkat di tempat lain di berbagai belahan Bumi, namun efeknya jika itu terjadi di Atacama sangat spektakuler.

”Kami memperkirakan bahwa tanaman dan serangga di kawasan itu akan membludak,” kata Pilar Cerecada, profesor biogeografi dari University of Chile, pada Associated Press, seperti dikutip dari Earth Week, 10 Agustus 2011. “Kemungkinan akan dijumpai banyak bunga di berbagai tempat di sana,” ucapnya.

Curah hujan yang terjadi di bulan Juli itu diprediksi akan menyebabkan bunga yang umumnya berwarna kuning dan ungu akan mulai bermekaran di akhir Agustus dengan puncaknya di September mendatang.

Muhammad Firman – VIVAnews