Nasib orang utan kalimantan makin memperhatinkan. Pembantaian orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 1990-an. Namun pada tahun 2011, isu penyiksaan dan pembantaian orang utan menjadi perhatian masyarakat karena diberitakan oleh beberapa media nasional.

Habitat mereka berupa hutan hujan tropis di dataran rendah, hutan berawa atau hutan perbukitan pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut (dpl) di Kalimantan dan Sumatera semakin terkikis akibat penebangan liar dan keserakahan perusahaan kelapa sawit serta pabrik pulp (bubur kertas).

Aparat negara, mulai dari kepolisian, Pemda sampai Kementerian Kehutanan dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup tidak berbuat maksimal untuk menyelamatkan habitat dan kehidupan orang utan.

Mereka seperti membiarkan penyiksaan dan pembantaian orang utan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan menggunakan hewan ini sebagai subjek pelacuran pun sudah menjadi hal yang lazim, terutama di pedalaman Kalimantan.

oleh: Fajar Anugrah Putra

Yahoo! news Indonesia