Artikel

Polusi

Polusi atau pencemaran air adalah dimasukkannya komponen lain ke dalam air, baik kegiatan manusia secara langsung atau tidak langsung maupun akibat proses alam sehingga kualitas air turun ke tingkat tertentu yang menyebabkan matinya hewan atau tumbuhan air dan berkurangnya kandungan oksigen dalam air.

Pencemaran air oleh industri

Berbagai macam kegiatan industry dan teknologi yang ada saat ini apabila tidak di sertai dengan program pengelolaan air yang baik akan mengakibatkan kerusakan ekosistem yang ada dalam hal ini adalah air, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan buangan dan air limbah yang berasal dari kegiatan industry adalah penyebab terjadinya pencemaran air.

Seluruhnya berkaitan erat dengan indikator-indikator pencemaran air antara lain :


1. Bahan buangan padat
2. Bahan buangan organik
3. Bahan buangan anorganik
4. Bahan buangan olahan bahan makanan
5. Bahan buangan cairan berminyak
6. Bahan buangan zat kimia
7. Bahan buangan berupa panas (suhu)

Dalam kesempatan ini, kami hanya membahas mengenai pencemaran air oleh industry dengan bahan buangan cairan berminyak dan bahan buangan berupa panas (panas).

Bahan buangan cairan berminyak

Minyak tidak dapat larut di dalam air, melainkan akan mengapung di atas permukaan air, bahan buangan cairan berminyak yang di buang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Kalau bahan buangan cairan berminyak mengandung senyawa yang volatile maka akan terjadi penguapan dan luar permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut. Penyusutan luas permukaan ini tergantung pada jenis minyaknya dan waktu lapisan minyak yang menutupi permukaan air dapat juga terdegradasi oleh mikroorganis tertentu, namun memerlukan waktu yang cukup lama.

Lapisan minyak di permukaan air lingkungan akan mengganggu kehidupan organisme dalam air. Hal ini disebabkan oleh :
Lapisan minyak pada permukaan air akan menghalangi difusi oksigen dari udara ke dalam air sehingga jumlah oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang. Kandungan oksigen yang menurun akan mengganggu kehidupan hewan air.
Adanya lapisan minyak pada permukaan air juga akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga fotosintesis oleh tanaman air tidak dapat berlangsung. Akibatnya, oksigen yang seharusnya dihasilkan pada proses fotosintesis tersebut tidak terjadi. Kandungan oksigen dalam air jadi semakin menurun.
Tidak hanya hewan air saja yang terganggu akibat adanya lapisan minyak pada permukaan air tersebut, tetapi burung airpun ikut terganggu karena bulunya jadi lengket, tidak bias mengembang lagi terkena.

Selain dari pada itu, air yang telah tercemar oleh minyak juga tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena seringkali dalam cairan yang berminyak terdapat juga zat-zat yang beracun, seperti senyawa benzene, senyawa toluene dan lain sebagainya.

Bahan pencemaran berupa panas

Suhu mempunyai pegaruh yang besar terhadap kelarutan oksigen. Populasi termal pada organisme air terjadi pada suhu tinggi. Setiap spesies mempunyai suhu optimumnya. Ada ikan yang mempunyai suhu optimum, 15o C, ada yang 24o C, dan ada yang 32o C. ikan ini dapat menegang perbedaan suhu sedikit, bahkan dapat mengaklimatisasi diri tetapi jika suhu berbeda jauh dari optimumnya, hewan itu akan mati atau bermigrasi ke daerah baru. Kenaikan sedikit demi sedikit karena perubahan musim dingin ke musim panas masih dapat di tahan oleh ikan.

Kenaikan suhu air menyebabkan suhu badan hewan berdarah dingin dalam air itu naik. Hal ini akan menyebabkan. Hal ini akan menyebabkan laju metabolism naik dalam ikan, dan kemudian menaikkan kebutuhan oksigennya. Tetapi jika suhu naik kandungan dalam air akan menurun jika kebutuhan oksigen melampaui kebutuhan oksigen yang tersedia maka ikan itu akan mati. Suhu tersebut disebut sebagai suhu yang mematikan (lethaltemperature). Suhu ini mungkin untuk tiap anggota dalam suatu spesies tertentu, sehingga pengaruh populasi termal menimbulkan pengertian media batas toleransi. Jika spesies ikan tertentu mempunyai median batas toleransi 24 jam 30oC , maka 50% ikan akan mati dalam 24 jam jika suhu 30oC. kenaikan suhu biasanya meningkat akibat keracunan pencemar kimia dalam air. Misalnya ikan kecil yang ditempatkan dalam larutan sianida 0,55 bpj akan keracunan dalam jangka waktu 72 menit pada suhu 10oC, tetapi jika suhu naik menjadi 20oC maka waktu reaksinya turun menjadi 12 menit. Jadi pengaruh pencemar pada organisme hidup pada organisme hidup jangan di anggap terisolasi dari pengaruh faktor-faktor lingkungan lainnya.

Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.