(Analisis Kritis Oleh Anugrah Tesia Pramuktia Juni)*

Air adalah komponen yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tanpa air, hidup makhluk hidup akan mengalami kesulitan untuk hidup. Air adalah anugerah yang tiada tara bila dimanfaatkan dengan benar. Namun bila kualitas air tidak dapat tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tidak murni lagi dalam artian sudah tercemar maka akan berdampak yang tidak baik juga bagi kesehatan kita.

Pencemaran air adalah penyimpanan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Dalam PP No.20/1990 tentang pengendalian pencemaran air, pencemaran air didefinisikan sebagai, “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatann manusia sehingga kualitas air turun sampe tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.KeadaanIndonesiayang cukup strategis bagi Negara-Negara tetangga terkadang berdampak kurang begitu menguntungkan bagi NegaraIndonesia, hal ini dikarenakan Negara lain sering mengirimkan limbah illegal yang akan mencemari air, apalagi tidak menutup kemungkianan limbah tersebut berbahaya bagi kesehatan. Dibeberapa daerah yang masih kurang maju atau di pedalaman, misal masyarakat pedesaan, melakukan kegiatan mandi, cuci, kakus di sungai, air ini sangat jauh dari arti kebersihan karena air yang terkandung dalam air sungai tidak dapat diketahui secara pasti sebelum diteliti lebih lanjut di Laboratorium yang memadai, bisa saja air yang terkandung didalamnya sangat berbahaya sehingga membuat orang-orang yang disekitar dan yang menggunakan air tersebut akan terkena penyakit, misalnya penyakit kulit dan diare.

PENYEBAB

Adabeberapa penyebab dari pencemaran air, namun bisa diringkas menjadi dua penyebab berdasarkan kontaminan, yaitu kontaminan langsung dan kontaminan tidak langsung.

  1. kontaminan langsung : pencemaran yang tidak melalui media lainnya

misalnya : sampah, limbahindustri Sampah sudah sangat mengkhawatirkan akhir-akhir ini, karena kurang baik penanganannya maka sering terjadi penyalahgunaan sampah, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai-sungai besar dikota-kota besar sering membuang sampah dengan tidak bertanggungjawab, selain sampah tersebut mencemari lingkungan, tidak sedap dipandang, juga kita tidak pernah tahu apa saja sampah yang ada, kita juga tidak tahu mungkin ada bahan kimia yang terkandung dalam sampah. Dan yang seperti saya singgung diatas, sungai masih digunakan sebagai sarana membersihakan diri, sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Limbahindustri sudah dapat dipastikan mengandung bahan-bahan kimia yang beracun, apalagi kebanyakan limbah-limbahindustri tersebut tidak ramah lingkungan sehingga tidak dapat diuraikan oleh di lingkungan.

  1. kontaminan secara tidak langsung : pencemaran yang terjadi melalui media lain terlebih dahulu kemudian mencemari air.

Misalnya : sisa-sisa pestisida dan bahan kimia yang berbahaya dan beracun yang masih tertinggal di tanah, sisa-sisa pestisida dan bahan kimia yang berbahaya dan beracun yang terbawa sampai atmosfer. Sisa-sisa pestisida dan bahan kimia yang berbahaya yang masih tertinggal di tanah, hal ini dapat dikarenakan penggunakan pestisida dan bahan kimia yang berbahaya yang berlebihan sehingga tidak semua pestisida dan bahan kimia yang berbahaya tersebut masuk pada tanaman yang dimaksudkan, kejadian ini akan membuat sisa pestisida dan bahan kimia yang berbahaya masuk pada air tanah dan akan meracuni air minum, menggangu petumbuhan tanaman lainnya yang tidak sesuai dengan pestisida dan bahan kimia yang berbahaya tersebut. Sisa-sisa pestisida dan bahan kimia yang berbahaya yang terbawa sampai atmosfer, apabila terkontaminasi dengan awan hujan maka akan terjadi hujan asam yang sangat tidak baik bagi kesehatan, membuat tumbuhan dan tanaman mengalami kematian, mengganggu ekosistem suatu tempat.

DAMPAK

Pada kualitas air tanah Bila suatu pestida atau bahan kimia yang dalam penggunaannya terlalu berlebihan, maka akan membuat bahan tersebut meresap ke dalam tanah, dan akan mengurangi kualitas dari air tanah yang berhubungan langsung dengan tingkat kesehatan kita karena kita minum yang berasal dari air tanah. Pada  Kesehatan Dampak pencemaran air terhadap kesehatan tergantung pada pencemar, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Biasanya terjadi pada penduduk yang berada sekitar pabrik industri, karena polutan yang berasal dari pabrik tersebut cukup mengandung bahan-bahan berbahaya dan berbahaya, misalnya benzena. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan penyakit kulit kulit. sedangkan, pada dosis yang besar, pencemaran air dapat menyebabkan Kematian. Pada Ekosistem Dampak pencemaran air terhadap ekosistem sungai, danau dan laut sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup organisme yang ada didalamnya,perubahan kimiawi air sedikitpun akan merubah kemurnian air, lebih parah lagi akan mematikan salah satu rantai makanan, misal mikroorganisme dalam air, sehingga rantai makanan tidak seimbang dan akan terjadiperubahan ekosistem pada tempat tersebut. Pada sector pertanian yang menggunakan pestisida terlalu berlebihan akan membuat hasil pertanian menurun karena metabolisme tanaman yang menurun dan akan diikuti penurunan hasil pertanian. Meracuni makanan hewan, bagi hewan pemakan hewan yang hidup dalam air yang telah terkontaminasi karena air dalam sungai atau danau tempat hewan prodesen telah tercemar. Pengrusakan hutan akibat hujan asam, dari penyebab kontaminan yang tidak langsung tadi dapat menyebabkan hujan asam yang akan merusak ekosistem hutan. Pada estetika lingkungan             Berbagai sampah yang ada pada sungai, danau bahkan laut akan mengurangi keindahan, sampah yang menumpuk pada sungai yang menyebabkan bau, tidak enak dipandang, begitu pula limbah busa deterjen yang menumpuk diseberang sungai akan membuat licin.

CARA PENANGANAN

            Pencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah penanggulangan. Pencegahan             Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mencegah terjadinya pencemaran air yang semakin merajalela, antara lain :

  1. penggunaan seefisien mungkin air rumah tangga,
  2. membuat sumur resapan yang berguna untuk mengantisipasi banjir.
  3. menanam pohon-pohon untuk resapan.
  4. cermat dalam penggunaan alat-alat teknologi yang akan kita gunakan, barbahaya apa tidak,
  5. sehemat mungkin kita menggunakan bahan-bahan kimia, misalnya untuk mandi, cuci, dan sebagainya.

Salah satu penyebab pencemaran air yang sangat meresahkan adalah penanganan sampah yang tidak efisien :

  1. Penimbunan (dumping), dengan maksud untuk menutupi rawa, jurang, lekukan tanah di tempat terbuka dan di laut
  2. Pengisian tanah kesehatan (sanitary landfill), dengan mengisi tanah berlegok dan kemudian menutupnya dengan tanah
  3. Pencacahan ( grinding), dimana limbah organik dimasukkan kedalam alat penggiling sehingga menjadi kecil-kecil , dialirkan ke selokan, hanyut ke tempat pengolahan lebih lanjut.
  4. Pengkomposan atau composting yakni pengolahan limbah untuk memperoleh kompos untuk menyuburkan tanah.
  5. Pembakaran (incineration), yang menghasilkan gas dan residue
  6. Pirolisis, yakni mengolah limbah dengan proses dekomposisi senyawa kimia pada suhu tinggi dengan pembakaran tidak sempurna yang pada akhirnya menghasilkan zat kimia baru yang berguna.

Ada beberapa prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengendalian pencemaran air : · Reduce (pengurangan) adalah suatu prinsip yang berupa pengurangan bahan yang akan digunakan, sehingga limbah yang ditangani juga berkurang.

  • ·Reuse (penggunaan ulang) adalah suatu prinsip pemanfaatan ulang bahan-bahan yang sudah dipakai. Dengan prinsip ini diharapkan jumlah limbah yang harus diolah ulang akan berkurang. Jika bahan tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan yang sesuai maka dapat juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain.
  • ·Recylce (Pendaur ulangan) adalah suatu cara yang dapat dijadikan sesuatu yang tidak layak pakai menjadi layak pakai. Menjadi barang yang sama atau barang yang berbeda yang tidak berbahaya tentunya.

Penanggulangan             Bagaimanapun pencegahan dalam hal ini lebih diutamakan, namun bila sudah terjadi kita dapat menggunakan teknologi untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Namun hal ini masih sangat jarang terjadi disekitar kita, hal ini dikarenakan teknologi yang seperti itu masih sangat jarang ditemukan diIndonesia, lagipula masih sangat mahal. Salah satu cara yang dapat digunakan juga adalah penggunaan limbah tersebut untukindustri-industri yang membutuhkan. Penanggulangan non teknis, yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. Peranan pemerintah sangat diharapkan, juga yang tidak kalah penting peranan masyarakat. Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan, dampak dan apa yang sebaiknya dilakukan.